My Digital Portofolio Hari Kedua

Surabaya, 02 September 2025 






Matrei VI : Mahasiswa Unusa sebagai generasi Aswaja An-Nadhiyah

Tadi sudah diawali moderator tentang makna Ahlus Sunnah wal Jamaah. Secara redaksi, istilah ini memang menimbulkan banyak perdebatan. Semua sepakat bahwa ahlun berarti pengikut, sedangkan al-jamaah bermakna umat Islam. Namun, yang menjadi titik krusial adalah pemahaman tentang kata sunnah.

Menurut Hadratus Syekh KH. Hasyim Asy’ari, sunnah di sini bukan sekadar perbuatan Nabi sebagaimana yang dipelajari dalam ilmu hadis, dan bukan pula sunnah dalam hukum fikih. Sunnah yang dimaksud adalah at-thariqah al-mardhiyyah al-masyrû‘ah, yaitu metode beragama yang ditempuh oleh Nabi, para sahabat, serta imam-imam mazhab. Inilah letak perbedaan pemahaman sunnah antara NU dan kelompok lain.

Dalam penafsiran, Ahlus Sunnah wal Jamaah dimaknai sebagai kelompok mayoritas umat Islam. Mayoritas itu tampak dari pengikut empat mazhab besar—Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Hanbali—yang tersebar di berbagai wilayah. Di Mesir dan Turki misalnya, banyak yang menganut Hanafi. Di Suriah dan sebagian Asia, ditemukan pengikut Syafi’i seperti kita di NU. Jadi NU tidak sendirian, melainkan bagian dari arus besar mayoritas Islam dunia.

Perbedaan lain tampak dalam sistem berpikir. Dalam akidah, NU mengikuti ajaran Imam Asy’ari yang dikenal dengan aqidah Azhariyyah. Dalam praktiknya, orang NU berpegang pada prinsip tawasuth (moderat), tasamuh (toleran), dan tawazun (seimbang). NU menolak sikap ekstrem, baik yang terlalu keras maupun terlalu longgar, karena yang bisa bertahan lama adalah jalan tengah yang moderat. Sikap ini juga melahirkan penghargaan tidak hanya kepada sesama muslim, tetapi juga kepada non-muslim, sesuai semangat rahmatan lil alamin.

Ada pula tanda-tanda amaliah yang khas. Misalnya, orang NU biasanya membaca qunut saat salat Subuh. Hal ini berdasar riwayat sahabat Anas yang menyebut Rasulullah berqunut dalam salat Subuh (riwayat Imam Ahmad). Tradisi lain adalah membaca Yasin pada malam Jumat, yang dilakukan bersama-sama di masjid atau lingkungan masyarakat, sebagai doa untuk guru, orang tua, dan kerabat yang telah wafat. Selain itu, orang NU juga terbiasa berziarah kubur, membaca Al-Qur’an, dan mendoakan orang-orang yang sudah meninggal, karena semua itu memiliki dasar dalam syariat.

Dengan demikian, NU tidak hanya diukur dari pengakuan atau identitas formal. Yang paling penting adalah menjiwai sikap moderat, toleran, seimbang, serta mengamalkan tradisi yang sesuai dengan dalil. Inilah yang membentuk NU sebagai bagian dari mayoritas umat Islam sekaligus penjaga nilai rahmatan lil alamin.

Materi VII: Pengenalan Keselamatan, Kesehatan kerja, dan Lingkungan (K3L) di Perguruan Tinggi

Tahun 2045 nanti, mudah-mudahan Indonesia bisa menjadi negara maju, berdaya saing global, berkelanjutan, dan sejahtera. Doa ini tentu menjadi harapan kita bersama. Sebagai mahasiswa baru, kita semua adalah generasi yang akan ikut serta membangun Indonesia menuju cita-cita besar tersebut. Salah satu hal penting yang harus diperhatikan dalam proses itu adalah penerapan K3L, yaitu Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Lingkungan.

Tujuan dari penerapan K3L adalah mencegah terjadinya kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja. Dalam kehidupan sehari-hari, kita selalu berhadapan dengan potensi bahaya dan risiko yang dapat mengakibatkan gangguan kesehatan maupun keselamatan. Karena itu, sebagai mahasiswa di UNUSA, kita harus berusaha menghindari bahaya, mengurangi risiko, serta melindungi diri sendiri maupun orang lain agar tetap sehat dan selamat.

Selain itu, K3L juga bertujuan untuk melindungi lingkungan dari pencemaran dan kerusakan. Setiap individu memiliki peran penting dalam menjaga lingkungan agar tetap aman dan jauh dari pencemaran. Kita bisa melihat sendiri bagaimana pencemaran lingkungan terjadi di sekitar kita, yang sering kali berasal dari aktivitas industri. Meskipun industri memberikan banyak manfaat, tetap ada kewajiban untuk menjaga kelestarian lingkungan. Mahasiswa pun dapat ikut berperan, misalnya tidak diam saja ketika melihat pencemaran, serta memanfaatkan media sosial dengan bijak agar isu-isu pencemaran tidak diabaikan begitu saja, melainkan disuarakan sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.

Prinsip dasar penerapan K3L adalah pencegahan lebih baik daripada penanggulangan. Bahaya memang tidak bisa sepenuhnya dihindari karena dalam kehidupan sehari-hari kita akan selalu berhadapan dengan berbagai bentuk risiko, baik itu fisik, kimia, biologi, psikososial, maupun mekanik. Namun, kita harus tetap waspada dengan cara mencegah dan menanggulanginya sejak awal.

Di UNUSA sendiri sudah ada berbagai SOP yang harus dipatuhi, misalnya saat memasuki auditorium, laboratorium, atau ruang perkuliahan. Setiap mahasiswa perlu memahami potensi bahaya di tempat tersebut, cara keluar saat darurat, serta aturan yang berlaku di dalamnya. Ketika berada di laboratorium, misalnya, mahasiswa wajib mengikuti aturan keselamatan yang ada, mulai dari penggunaan alat, penempatan bahan, hingga pelaporan kejadian. Semua itu bukan sekadar formalitas, tetapi benar-benar menjadi pedoman untuk menjaga keselamatan bersama.

Strategi penerapan K3L biasanya dilakukan melalui pendidikan dan pelatihan. Misalnya ketika mahasiswa memasuki laboratorium, mereka akan diberikan instruksi mengenai apa saja yang perlu dipersiapkan sebelum praktikum. Begitu juga saat kunjungan industri, mahasiswa akan mendapat arahan tentang keselamatan dan etika di perusahaan. Hal ini penting agar mahasiswa dapat lebih waspada terhadap potensi bahaya yang ada.

Penerapan K3L juga terkait dengan digitalisasi, penguatan regulasi, serta pembudayaan keselamatan di tingkat nasional. Semua ini mendukung terbentuknya generasi yang produktif dan sehat. Produktif dan sehat berarti mahasiswa mampu menjalani masa studi dengan baik, menyelesaikan kuliah tepat waktu, berprestasi dalam bidang akademik maupun non-akademik, aktif dalam organisasi, atau bahkan mengembangkan usaha. Semua cita-cita itu hanya bisa dicapai jika mahasiswa menjaga kondisi fisik dan mentalnya tetap sehat selama masa kuliah.

Karena itu, penerapan K3L harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Bahaya yang muncul di sekitar kita bisa berdampak langsung maupun dalam jangka panjang, bahkan dapat mengganggu tujuan utama kita sebagai mahasiswa. Dengan menjaga kesehatan, keselamatan, dan lingkungan, kita dapat lebih fokus mencapai IPK yang tinggi, aktif dalam organisasi, berprestasi, serta meraih cita-cita lainnya.

Materi VII : Pengenalan nilai budaya kehidupan kampus, tata krama dan norma kehidupan kampus terampil serta bijak dalam berkomunikasi melalui medial sosial

Pengenalan nilai budaya kehidupan kampus, tata krama, norma, serta kecakapan dalam berkomunikasi bijak melalui media sosial adalah bagian dari *Program Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) *, yang bertujuan membekali mahasiswa baru untuk beradaptasi dengan lingkungan kampus, menanamkan nilai-nilai akademik dan karakter, serta membentuk mahasiswa menjadi intelektual yang bertanggung jawab, beretika, dan mampu berkomunikasi dengan baik di era digital.

Saring Sebelum Sharing Kunci Melawan Hoaks
-Tanya Diri Sendiri Apa sumber informasinya? Apakah media yang kredibel? Apakah ada bukti lain?
-Cek Fakta: Gunakan situs cek fakta resmi (Turn Back Hoax, Cek Fakta Kominfo).
-Waspada Judul Provokatif: Hoaks seringkali memakal judul yang sensasional untuk menarik perhatian.
-Tahan Diri: Lebih baik tidak menyebar daripada menyebarkan informasi yang salah.

Jadilah Netizen yang Cerdas dan Santun ;
-Think Before You Type: Pikirkan dampak dari komentar atau post kita. Apakah bisa menyakiti orang      lain?
-Terapkan Empati: Perlakukan orang lain di dunia maya seperti kita ingin diperlakukan di dunia nyata.
-Hindari Cyberbullying: Jangan ikul-ikutan merundung atau berkomentar negatif pada orang lain.
-Hadapi dengan Bijak: Jika ada yang berkomentar negatif, lebih baik diabaikan atau diblokir daripada     membalas dengan emosi.
-Batasi Waktu Penggunaan: Tentukan jam-jam tertentu untuk tidak memegang ponsel, misalnya saat   makan atau sebelum tidur.
-Digital Detox: Lakukan puasa media sosial sesekali, misal 1-2 hari. Rasakan manfaatnyal
-Fokus pade Dunia Nyata: Jangan biarkan medie sosial menggenggu waktu berkualitas bersama   keluarga dan teman.
-Gunakan Aplikesi Kontrol: Manfaatkan fitur kontrol waktu di ponsel Anda.

Jangan Terjebak Standart "Sempurna"
-Hidup Orang Lain Terlihat Lebih Baik": Ingat, media sosial seringkali hanya menampilkan momen     terbaik, bukan seluruh kenyataan.
-Perbandingan yang Merusak. Membandingkan diri dengan orang lain bisa menurunkan rasa percaya   diri dan memicu kecemasan.
-Fokus pada Kelebihan Diri: Jadikan media sosial sebagal inaptrest, bukan sebegar atal untuk merasa   kurang.

Jadikan Media Sosial Jadi Alat yang Hebat
-Akses limu: Ikuti akun-akun edukatif (sejarah, sains, public speaking).
-Bangun Jaringan: Terhubung dengan para profesional atau komunitas yang relevan dengan minat Anda.
-Berkarya: Tampilkan bakat atou hobl Ande, baik dalam bentuk tulisan, video, atau foto.
-Sebarkan Kebaikan: Bagikan informasi yang bermanfaat dan menginspirasi

Mengendalikan hp bukan kita di kendalikan hp
-Pikirkan Dampaknya: Jejak Digital itu Permanen.
-Jaga Privasi: Jengan Sembarangan Unggah Data.
-Saring Sebelum Sharing: Lawen Hoaks!
-Be Positive: Jadilah Netizen yang Santun.
-Kendalikan Diri: Atur Waktu Layar,

Web Unusa : https://unusa.ac.id
Web Fakultas : fkk.unusa.ac.id


Sosial Media Unusa
Instagram : https://www.instagram.com/unusa official
Youtube : https://www.youtube.com/@unusa official
Twitter (X) : https://x.com/unusa




Komentar

Postingan populer dari blog ini

RESUEM- KKN Gizi Unusa Fokus Peningkatan Literasi Gizi dan Pembinaan Kantin Sehat

Resuem-Materi My Digital Portofolio Hari Pertama